Skip to content

Apa Itu Penyakit Hemofilia?

babyHalo apa kabar ibu? Semoga dalam keadaan baik selalu.

Ibu pernah dengar penyakit Hemofilia? Mungkin baru pertama kali mendengarnya?

Hemofilia merupakan penyakit keturunan dimana adanya kelainan perdarahan karena  kurangnya produksi salah satu faktor pembekuan darah dalam tubuh.

Bagi ibu hamil dengan penyakit Hemofilia diharapkan untuk selalu waspada dan menjaga agar tidak terjadi pendarahan paska persalinan karena bisa berakibat serius.

Penyakit Hemofilia juga diturunkan ke anak baik dari pihak Ayah atau Ibu. Bagi pasangan dengan sejarah Hemofilia disarankan untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu

ke dokter sebelum rencana punya anak,

Hemofilia ada 2 jenis : Hemofilia A & Hemofilia B.

Beberapa ciri anak mengalami Hemofilia:

  • Kulit sering mengalami lebam atau biru-biru tanpa adanya penyebab yang jelas
  • Terjadi pendarahan yang lama dan sulit dihentikan saat terjadi luka.
  • Bengkak kurang dari sehari, saat anak terjatuh atau terbentur.

Solusi terbaik adalah mencegah dan mengobati jika sudah diketahui ibu atau Bapak diagnosa Hemofilia agar nanti kehamilan berjalan lancar dan anakpun bisa tumbuh sehat.

Tetap semangat!

Istilah-Istilah Dalam Kehamilan Yang Perlu Anda Ketahui

Halo ibu-ibu yang berbahagia,

Cukup lama vakum nich, baru ada artikel lagi di blog Infoibuhamil. Terima kasih atas kesetiaannya selama ini.

Bagi ibu yang baru merencanakan kehamilan, mungkin sedang hamil atau yang mau hamil anak kedua atau ketiga, tidak

ada salahnya untuk mengetahui istilah-istilah seputar kehamilan sebagai bahan acuan dan pengetahuan loh.

Apa saja sih istilah-istilahnya?

1.Plasenta : Plasenta mensuplai darah dan juga zat dan nutrisi penting bagi janin ibu hamil

2.Kontraksi : Kontraksi biasanya terjadi pada trimester ketiga atau menjelang persalinan, tapi kadang bisa terjadi kontraksi palsu. Kontraksi terjadi untuk menyiapkan rahim saat persalinan.

3.hCG : human chorionic gonadotropin adalah hormon kehamilan yang biasa terdapat di darah dan urin. Bila ibu mengunakan alat tes kehamilan, kadar hCG di dalam urin  yang akan menentukan apakah positif atau negatif hamil.

4.Pre-Eklampsia : Ini biasa terjadi pada ibu-ibu hamil yang mengalami peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba. Kondisi ini berbahaya jika tidak segera ditangani,terutama menjelang persalinan. Tingkat protein dalam urin meningkat secara mendadak.Rajin kontrol ke Dokter Kandungan bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

5.USG : Utrasonography adalah alat yang sekarang sudah familiar bagi ibu-ibu hamil dimana alat ini bisa membantu memantau perkembangan janin dalam kandungan mulai dari awal kehamilan sampai persalinan. USG mengunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Untuk sementara 5 dulu ya bu,semoga berguna.

 

Apa & Bagaimana Pemeriksaan HSG?

Hari ini saya baru pulang dari Rumah Sakit untuk melakukan program rutin untuk hamil.

Hampir 3 tahun menikah, saya belum juga dikaruniai anak. Sekarang sedang program dengan Dokter Kandungan yang direkomendasi Teman, sebelumnya jangan tanya sudah kemana saja selama 3 tahun saya berobat, dari sinshe, alternatif ramuan tradisional, Dokter ke Dokter dan masih banyak lagi. Namun sampai sekarang belum berhasil juga.

Terus terang mungkin karena saya malas juga minum obat yang pahit, lalu harus ikuti prosedur yang disarankan, jadi ya tidak konsisten juga. Nah setelah 3 tahun, saya dan suami harus bertekad menjalankan semua prosedur yang disarankan sampai berhasil…nah sekarang saya sedang dalam tahap yang namanya pemeriksaan HSG (Hysterosalpingografi)

HSG?

Apa itu? HSG adalah prosedur pemeriksaan  dengan menggunakan rontgen khusus di bagian Radiologi yang direkomendasikan bagi pasangan infertilitas atau program hamil.

Jadi untuk apa HSG dilakukan?

  1. Ada tidaknya sumbatan di kedua saluran telur, akan diketahui
  2. Struktur rahim akan terlihat
  3. Mengetahui adanya kelainan pada rahim, seperti miom, polip dan penyebab infertilitas lainnya akan diketahui

Sekarang Bagaimana prosedur HSG?

Bagi beberapa ibu yang pernah melakukan pemeriksaan HSG, mungkin ada perasaan tidak nyaman, tapi sebenarnya prosedurnya tidak menakutkan atau bahkan menyakitkan. Jadi jangan khawatir tentang hal ini.  Jadi setelah Dokter Kandungan memberikan surat pengantar untuk ibu  ke radiologi untuk melakukan HSG, nanti akan dijadwalkan kapan pemeriksaan dilakukan karena umumnya saat memasuki hari ke-9 dalam siklus haid ibu, haid sudah habis dan belum terjadi ovulasi.

Cairan yang mengandung zat kontras akan disemprotkan ke dalam rongga rahim melalui vagina. Saat cairan masuk, akan dilakukan foto rontgen dimana akan terlihat apakah zat kontras bisa masuk ke dalam saluran telur atau tidak.

Jika hasilnya tidak ada penyumbatan disebut : PATEN, jika ada penyumbatan disebut NON PATEN.

Pemeriksaan HSG tidak memakan waktu lama dan ibu bisa langsung pulang ke rumah untuk beristirahat, karena setelah pemeriksaaan, biasanya perut akan terasa sakit seperti waktu haid untuk beberapa menit.

Pemeriksaan HSG bisa dilakukan di Rumah Sakit dan Rumah Sakit Ibu & Anak.

Untuk melihat langsung prosedur HSG, ibu bisa nonton videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=1tsHHFBmgmw

Semoga setelah menjalani pemeriksaan HSG ini, ibu berhasil HAMIL.

Tetap Semangat!

 

 

Stretch mark VS Keloid

Banyak ibu yang mengeluh tentang yang namanya Stretch mark atau Keloid.
Sebenarnya apa sih Stretch mark atau Keloid itu?

Apa bedanya? Yuk sama2 kita cari tahu.

“Waduh kok bisa timbul Strecth mark ya di perut saya?” begitu keluh seorang ibu hamil.
“Kenapa bisa timbul ya?”
“Apa penyebabnya?”

Ibu tidak sendiri kok, memang saat hamil,banyak perubahan yang terjadi.
Begitu juga dengan kulit kita.

Strecth mark pada ibu hamil biasanya disebabkan adanya pengaruh hormon.
Tandanya kulit di perut mengalami peregangan dan timbul guratan atau garis-garis putih
atau merah. Hal ini bisa membuat khawatir ibu hamil karena tentu kurang enak dilihat.
Namun Strecth mark tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.

Cara yang paling mudah adalah dengan mencegahnya agar tidak timbul.
Usahakan agar kenaikan berat badan tidak terlalu cepat juga.

Bagaimana dengan Keloid?

Bagi ibu-ibu yang pernah melahirkan secara Cesar, ada kemungkinan mengalami Keloid
di bekas luka operasinya. Jangan kaget kalau lihat ada jaringan kulit yang timbul
berwarna kecoklatan di bekas jahitan ibu. Walaupun tidak bisa langsung terlihat, namun
tetap mengganggu perasaan ibu. Keloid tidak berbahaya dan tidak semua ibu mengalami keloid ini.
Faktor keturunan bisa menjadi penyebabnya. Keloid bisa dihilangkan dengan cara laser atau operasi.

Namun cari cara alami yang lebih aman untuk mengatasi Stretch  mark atau Keloid yang ibu alami.

Rekomendasi dan solusi untuk mengatasi StretchMark dan Keloid, bisa tanyakan langsung di sini:

bit.ly/mauawetmuda

Semoga bermanfaat.

 

Kapan Saya Hamil?

Kapan Saya Hamil? Inikah pertanyaan yang ada dibenak ibu sekarang?

Waktu ada acara ke rumah Tante, rupanya anaknya sedang hamil 8 bulan.
Cepat juga ya…padahal baru 9 bulan yang lalu hadir di pesta pernikahannya.
Sedangkan yang sudah menikah 2 tahun, 3 tahun atau lebih belum juga dikaruniai anak.
“Kapan giliran Saya hamil ya?” mungkin ini pertanyaan dalam hati saat mendengar atau melihat teman atau saudara yang sudah hamil.

Memang tidak semua pasangan yang baru menikah bisa langsung atau cepat mendapatkan buah hati. Jika bisa cepat hamil sungguh merupakan anugerah dan patut disyukuri,tapi kalau belum hamil juga walau menikahnya sudah lama tetap harus bisa menerima dan bersyukur.

Jadi kapan Saya hamil? Jawabnya: Soon or Later. Cepat atau lambat semoga akan terjadi.
Ada 5 Tips tambahan agar membantu Anda yang ingin cepat hamil:

1. Jaga Kesehatan

Tubuh yang sehat sangat diperlukan bagi pasangan yang ingin segera punya keturunan. Asupan gizi yang cukup dan olah raga yang rutin dapat membantu tubuh tetap bugar dan fit. Hindari makanan yang tidak sehat seperti makanan yang mengandung pengawet, ganti dengan yang segar dan diolah dengan benar.

2. Cukup Istirahat

Rutinitas kerja yang padat belum lagi dengan perjalanan pulang-pergi ke kantor yang macet, bisa membuat badan jadi kelelahan dan stress. Usahakan untuk menghindari stress dan cukup istirahat. Luangkan waktu di akhir pekan untuk melakukan hobi bersama yang seperti nonton atau karaoke, agar tubuh bisa relaks dan gunakan waktu luang untuk tidur yang cukup.

3. Ketahui Masa Subur

Ketahui masa subur atau ovulasi Anda agar bisa mendapatkan peluang hamil yang lebih besar. Baca selengkapnya di:
http://infoibuhamil.com/sehat/cara-gampang-cek-masa-subur-wanita.html

4. Konsultasi Dengan Dokter Spesialis Kandungan

Bagi pasangan Suami-Istri yang sudah menikah lebih dari 1 tahun, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terdekat atau yang direkomendasikan oleh sanak saudara dan teman agar segera diketahui penyebab sulit hamil dan segera bisa diobati. Info lengkapnya klik di sini:
http://infoibuhamil.com/sehat/category/dokter-favorit

5. Berdoa dan Pasrah

Berdoa bisa menjadi motivasi agar tidak gampang menyerah dan selalu berusaha. Pasrahkan dan percayakan semuanya pada Yang Maha Kuasa, jangan terlalu menuntut agar cepat hamil. Selalu bersyukur akan keadaan sekarang dan bersyukur untuk teman atau ibu lain yang sedang hamil. Jadikan semangat dan motivasi saat mendengar dan melihat ibu hamil.

Baca juga sharing dan cerita dari ibu-ibu lain yang berhasil hamil di blog ini untuk memacu semangat dan keinginan untuk tetap semangat.

Dapatkan juga ebook Mau Cepat Hamil untuk mendapatkan tips lengkapnya:

http://bit.ly/infocepathamil

Semoga bermanfaat dan tetap semangat!

Melahirkan Secara Normal VS Caesar

Ingatkah waktu ibu pertama kali dinyatakan positif hamil? Pasti senangnya luar biasa! Apalagi  ini hamil yang pertama kali dan sudah lama dinantikan. Saat hamil dijalani dengan penuh gembira bercampur khawatir akan keadaan janin dalam kandungan. Bulan demi bulan berlalu tanpa terasa dan tibalah saat yang sangat ditunggu-tunggu yaitu melahirkan.

Sebenarnya hamil dan melahirkan merupakan kodrat wanita yang biasa dialami oleh setiap wanita. Begitu pula cara melahirkan jaman Ibu atau Nenek kita dulu sudah berubah. Jaman dulu kebanyakan ibu-ibu melakukan persalinan secara normal dan biasanya di klinik-klinik, Bidan bahkan dukun beranak. Sekarang ini di era milenium ini, cara melahirkan bisa dipilih, secara normal, operasi Caesar, melahirkan di dalam air, dan dan lainnya. Kemajuan teknologi di bidang Kedokteran memegang peranan penting disini.

Cara melahirkan normal bagi sebagian ibu hamil merupakan pilihan pertama. Rasanya sudah menjadi wanita seutuhnya apabila sudah melahirkan secara normal atau alami. Proses melahirkan normal memang bisa menyakitkan dan tidak menyenangkan, apalagi ditambah cerita dari ibu-ibu lain yang membuat ibu harus berpikir dua kali untuk melahirkan normal.

Jika sekarang ibu sedang bingung dan dilema menghadapi pilihan untuk melahirkan secara normal atau Caesar, ada baiknya ibu ketahui dulu tentang plus minus dari kedua cara persalinan tersebut.

1. Persalinan Normal

Proses melahirkan normal di mana bayi dilahirkan secara alami melalui vagina.

Tanda-tanda awal persalinan normal :

a.Terjadinya kontraksi rahim yang teratur dan sakit

b.Bisa diikuti dengan keluarnya lendir bercampur darah dari vagina

c.Bisa terjadi pecahnya ketuban berupa keluarnya cairan dari vagina

Proses melewati pembukaan sampai siap melahirkan ini bisa menjadi proses yang panjang dan menyakitkan bagi ibu. Kondisi dan persiapan ibu sebelum persalinan sangat mendukung agar proses persalinan berjalan lancar.Proses penyembuhan pasca persalinan normal lebih cepat dibandingkan dengan caesar.

2. Persalinan Lewat Operasi Caesar

Biasanya persalinan lewat operasi Caesar menjadi pilihan terakhir, karena adanya beberapa penyebab,diantaranya :

  • Plasenta previa
  • Pre-eklampsia
  • Rongga panggul yang tidak normal
  • Air ketuban habis atau sudah meracuni bayi
  • Detak jantung bayi melambat
  • Bayi besar
  • Dan lainnya

Ada juga yang ingin menentukan tanggal lahir yang bagus bagi si jabang bayi,sehingga lebih memilih caesar. Rasa sakit kontraksi pada proses persalinan normal bisa membuat ibu takut dan tidak kuat, sehingga ingin melahirkan lewat caesar saja.

Proses penyembuhan pasca melahirkan secara caesar akan lebih lama dibandingkan dengan melahirkan secara normal.

Apapun cara bersalin yang dipilih, yang terpenting adalah demi kebaikan ibu dan bayi. Semoga bermanfaat.

Percaya Dan Yakin Kehamilan Akan Datang

“Kenapa ya kok  ga hamil-hamil juga… usia saya sudah 35, suami saya malah sudah 40an,  nikah sudah lebih dari 7 tahun. Bayangkan, saya sudah berobat ke mana-mana, semua bahkan sudah pernah dicoba,ya diurut, ditotok, tusuk jarum belum lagi harus minum obat yang pahit dan bau.Ke Dokter pun sudah berkali-kali, dari tiup rahim, suntik hormon, HSG, periksa dalam…wah pokoknya sudah capek deh. Suami saya tidak mau di cek spermanya, alasannya: Sperma saya pasti bagus deh, ga usah diperiksa, kamu saja yang berobat. Mau bilang apa lagi? Saya jadi malas dan  mau menyerah saja. Stress rasanya setiap bulan harus menghadapi datang bulan, kalau telat dikit langsung saya kira saya hamil :( sedih banget!”

Demikian curahan hati seorang ibu kepada temannya. Apakah ini yang sekarang ini sedang dialami? Sebenarnya ibu tidak sendiri. Kalau kita baca di forum infoibuhamil tentang : Ingin Hamil, banyak ibu-ibu yang curhat dan minta pendapat/saran agar bisa segera hamil. Mulai dari masalah keputihan, kena virus TORCH, sperma suami kurang bagus sampai kegemukan.

Untuk menjawab pertanyaan, kegelisahan dan masalah yang sedang dialami agar cepat hamil, infoibuhamil.com meluncurkan ebook berjudul Info Mau Cepat Hamil yang berisikan informasi-informasi, solusi, rekomendasi, referensi dan pengetahuan tentang faktor-faktor yang bisa menjadi kendala untuk hamil dan lainnya. Harapannya agar ibu dan suami lebih memahami tentang masalah yang dihadapi dan mencari jalan keluar bersama agar bisa mewujudkan keinginan untuk segera hamil.

Tetap berjuang, berusaha, berdoa, bersyukur dan semangat!

Percaya dan yakin kehamilan akan datang, ini telah dibuktikan oleh pasangan-pasangan yang telah menunggu 5-10 tahun untuk memiliki anak. Semoga ibu juga tertular akan semangatnya.

“It’s faith in something and enthusiasm for something that makes a life worth living.”- Oliver Wendell Holmes

ebook Info Mau Cepat Hamil

Peluang Hamil Di Usia 35 Tahun Ke Atas

Memang tidak dapat dipastikan kapan jodoh itu datang. Ada yang bisa mendapatkan pasangan hidup di usia 20an, ada juga di usia 30an bahkan 40an atau lebih. Begitu juga jodoh dengan calon anak. Banyak pasangan yang baru menikah setelah 2 bulan, istri sudah hamil. Ada yang sudah menikah lebih dari 1 tahun lebih, tapi belum juga dikaruniai seorang anak bahkan sudah 20 tahun menikah baru dikaruniai anak. Jalan hidup seseorang tidaklah sama.

Demikian pula bagi pasangan yang menunda kehamilan yang disebabkan oleh berbagai alasan. Pada saat ingin memiliki anak, terkadang menemui kendala. Padahal usia sudah tidak muda lagi. Khusus bagi wanita yang sudah berusia di atas 35 tahun, peluang untuk hamil sudah semakin berkurang. Terutama calon ibu yang hamil pertama kali.

Kesuburan wanita akan terus menurun bersama dengan bertambahnya usia. Demikian pula dengan resiko yang akan dihadapi saat hamil. Resiko kehamilan seperti terjadinya keguguran, pre-eklampsia, plasenta previa atau diabetes. Peluang untuk melahirkan bayi yang memiliki kelainan seperti Down’s Syndrome juga lebih besar dibandingkan dengan yang berusia 20 tahun.

Namun jangan khawatir, sudah banyak ibu-ibu yang berusia di atas 35 tahun yang hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Selama tubuh sehat, konsumsi makanan yang bergizi, pola hidup juga sehat dan cukup istirahat, semuanya bisa diatasi. Bagusnya lagi di usia 35 tahun ke atas, biasanya ibu akan lebih matang dan terkontrol emosinya. Jadi siap secara mental untuk hamil dan punya anak.

Tetap semangat.

Awas Bell’s Palsy Pada Ibu Hamil!

Bell’s Palsy?Apa sih ini?Penyakit?

Apakah Ibu tahu Bell’s Palsy?Atau mungkin pernah mengalaminya? Jika sudah mengalaminya mungkin baru ibu tahu dan mencari tahu mengenai Bell’s Palsy ini.

Info singkat mengenai Bell’s Palsy:

1. Apa itu Bell’s Palsy?

Bell’s Palsy berasal dari nama dokter pada abad 19 bernama Sir Charles Bell yang pertama kali mengambarkan kondisi ini dengan kelainan pada saraf wajah.

Penyakit ini menyerang saraf wajah no.7 (Carnial Nerve VII) yang bisa menyebabkan kelumpuhan wajah di salah satu sisi, kiri atau kanan dari wajah. Dimana saraf tersebut membengkak sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik.

2. Apa saja tanda-tandanya?

  • Wajah sebelah kanan/kiri menjadi kaku secara tiba-tiba,biasanya sewaktu bangun pagi
  • Mulut di sebelah wajah yang terserang tidak bisa digerakan
  • Sebelah mata yang terserang tidak bisa ditutup/dikedipkan dan menjadi kering
  • Tidak dapat meniup dan sulit minum/berkumur
  •  Makanpun menjadi lebih sulit,karena sebelah wajah tidak dapat digerakkan
  •  Jika coba tersenyum/tertawa, mulut miring sebelah dan tidak simetris
  • Alis disisi wajah yang terserang tidak dapat dinaikkan atau dikenyitkan

3. Bagaimana Cara Pengobatannya?

Pada sebagian penderita,penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.Namun akan lebih baik segera mengunjungi Dokter Spesialis Saraf maksimal 2 hari setelah terkena. Pemberian obat antiviral dan prenidson untuk 7 hari setelah terserang cukup efektif bagi penderita Bell’s palsy ini. Setelah itu bisa dilakukan fisioterapi pada wajah dengan menghangatkan belakang telinga yang terserang dan diberi pijatan kejutan listrik pada wajah yang kaku. Alternatif terapi adalah Akupuntur.

Selain itu,sering melakukan pijatan sendiri di rumah dengan handuk hangat pada wajah,menutup dan membuka mata, mengenyitkan alis dan bisa dibantu dengan mengunyah permen karet agar otot2 bisa kembali normal. Sering tersenyum dan tertawa juga merupakan terapi yang baik.

4. Apa Penyebabnya?

Sebenarnya masih belum diketahui dengan pasti penyebabnya.Tapi pada umumnya,Bell’s Palsy bisa dikarenakan diantaranya terkena infeksi virus herpes simpleks dan ada juga yang bilang dikarenakan terkena angin dingin seperti AC, kipas angin,tidur di lantai,pengendara motor tanpa helm,dimana angin tersebut memapar secara terus menerus.

5. Apakah Ibu Hamil  Berpotensi Terkena Bell’s Palsy?

Ya, ibu hamil berpotensi 3x  terkena Bell’s Palsy.Biasanya pada kehamilan trimester ketiga atau menjelang melahirkan. Salah satu teori penyebab ibu hamil terkena Bell’s Palsy adalah peningkatan cairan pada ibu hamil dapat menyebabkan pembengkakan pada saraf wajah dimana mengarah pada saraf ketujuh.

Untuk mencegahnya, disarankan untuk mengurangi konsumsi garam dan minum banyak air putih. Cukup istriharat dan tidak stress.

Pengobatan bagi ibu hamil yang menderita Bell’s Palsy biasanya tidak direkomendasikan obat antiviral dan steroid. Karena sebenarnya Bell’s Palsy bisa sembuh dengan sendirinya.Namun tetap terus dipantau.

Bell’s Palsy bisa menakutkan karena gejalanya mirip dengan stroke.Untuk membedakannya, biasanya stroke menyebabkan kelumpuhan pada anggota gerak lainnya seperti tangan dan kaki, disertai gejala sakit kepala,pingsan,sulit berbicara, dan biasanya lidah jika dijulurkan ikut mencong.

Semoga ini bisa menambah pengetahuan dan informasi bagi ibu-ibu sehingga tidak terlalu panik saat menghadapinya.

Salam Sehat Selalu dan Tetap Semangat.

Apa Itu Sindrom Baby Blues Dan Bagaimana Solusinya?

Ibu-ibu pasti merasakan kegembiraan yang luar biasa sewaktu pertama kali dinyatakan positif HAMIL. Namun ada juga kekhawatiran dan rasa was-was silih berganti menghinggapi ibu yang baru pertama kali hamil. Takut akan keadaan janin dalam kandungan dan menjaga ketat makanan yang dimakan adalah hal-hal yang biasa dialami ibu hamil.

Seiring berjalannya waktu, kehamilan semakin besar dan persalinan semakin dekat. Biasanya ibu akan khawatir akan proses persalinan, baik itu persalinan normal maupun melalui operasi cesar. Keduanya memiliki resiko. Memang lebih baik melahirkan secara normal, kecuali ada indikasi seperti pre-eklampsia, bayi terlilit tali pusat atau posisinya sungsang, sehingga memiliki resiko jika memilih persalinan secara normal.

Akhirnya lahir bayi mungil,sehat dan lucu yang sangat dinantikan, perasaan ibu sungguh sangat gembira, lega dan bahagia.Namun tidak lama kemudian,setelah beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, ada rasa sedih, kesal dan lelah yang melanda.Ini yang biasanya dialami sekitar 60-80 persen ibu baru. Hormon biasanya dituding sebagai penyebabnya.Inilah yang dikenal dengan Sindrom Baby Blues (Postpartum Distress Syndrome) yang akan berlanjut menjadi Postpartum Despression (PPD).

Beberapa perasaan ibu baru yang mengalami sindrom baby blues :

1. Rasa kecewa atas proses melahirkan,dimana Ibu ingin sekali melahirkan secara normal,namun terpaksa melahirkan secara caesar karena indikasi medis, misalnya.

2. Kesal terhadap diri sendiri

3. Perasaan kecewa melihat bayi yang dilahirkan, mungkin karena diluar harapan ibu,bayi terlahir kecil dan tidak lucu.

4. Perasaan sedih karena tidak menjadi pusat perhatian,dimana bayi ibu yang menjadi fokus utama suami dan keluarga.

Dan beberapa perasaan yang tidak ada sebabnya. Ibu baru juga bisa mengalami rasa putus asa hingga bisa sampai ingin melukai bayinya. Jika sampai tahap ini, perlu dilakukan konsultasi.Hal ini pernah di alami oleh Bintang Film cantik Brooke Shields.

Jadi apa ada cara untuk mengatasinya?

Ada beberapa cara yang bisa membantu ibu agar bisa mengatasi masalah ini:

- Buang jauh rasa bersalah dan jangan berharap semuanya bisa sempurna.Ibu harus tahu untuk menjadi seorang ibu baru adalah hal yang sangat luar biasa dan patut disyukuri.

- Komunikasi perasaan Ibu kepada orang-orang terdekat seperti suami atau ibu.

- Gunakan waktu tidur bayi untuk beristirahat atau tidur juga.

- Cobalah untuk melakukan meditasi atau relaksasi yang pernah dipelajari.

- Minta bantuan orangtua atau cari baby sitter yang bisa membantu Ibu dalam mengurusi bayi.

- Nonton acara lucu atau film yang menghibur disaat luang.

- Jalan keluar rumah bersama bayi untuk mendapatkan suasana lain dan menghilangkan perasaan negatif.

- Curhat dengan sahabat yang pernah punya anak atau yang baru melahirkan juga.

Nah ibu, setiap moment harus dilewatkan walaupun rasanya berat, tapi seiring berjalannya waktu, ibu bisa belajar menerima dan menjadi ibu yang kuat, tangguh dan penuh tanggung jawab.

Selamat menjadi ibu baru!